Tampilkan Marketing Yang Anti Mainstream

Tampilkan Marketing Yang Anti Mainstream – Christa sabathaly, showcasing program director bobobobo.com mengatakan bahwa occasional offering perlu dilakukan karena memang ada kahlian/spikes deals design di momen-momen seasonl. Tantangan terbesar dari regular offering adalah diferensiasi promoting dengan pemain lainya. Menurut christa, aktivitas regular yang dijalankan predisposition berjalan sukses kalau kita mengerti kebutuha kosumen di setiap momennya.

Tampilkan Marketing Yang Anti Mainstream

Walaupun produk yang ditawarkan sama, misalnya hamper atau distribute, kebutuhan konsumen saat Valentine, Ramadan, atau Natal pasti lah berbeda.

“Aktivitas regular yang dijalankan bisa berjalan dengan sukses kalau kita mengerti kebutuhan orang di setiap momennya, di sinilah tantangannya” tutur Christa.

Bobobobo sendiri sangat siap menghadapi apapun momennya, termasuk Ramadan dan Idul Fitri. “Kami sangat siap sekali. Berbagai macam program telah kami siapkan untuk setiap kategori yang dijual,” ungkap Christa percaya diri.

  • Diferensiasi promoting

Meski begitu, aktivitas regular offering yang dijalankan haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati agar tak membosankan konsumen.

Salah satu cara yang dilakukan Bobobobo adalah dengan terus memberikan diferensiasi. Produk dan tampilan desain yang crisp serta menghindari visualisasi yang standard.

“Ketika semua orang memberikan gambar simbolis seperti ketupat dan memilih tone warna hijau, kami berusaha memberikan tampilan yang segar dan berbeda dari stereotip,” jelas Christa.

Christa menjelaskan, agar aktivitas regular offering yang kita jalankan berjalan sukses, kita perlu memberikan produk yang sesuasi dengan season-nya. Selain itu, harga yang ditawarkan lebih sesuai dengan daya beli masyarakat, menemukan channel yang efektif. Serta mengusahakan organization/co-advancement dengan perusahaan lain yang memiliki visi sama guna mendapatkan affect yang lebih bagus

Onlineshop yang menargetkan kelas menengah-atas ini sendiri sangat konsen dengan setiap season yang ada karena memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap penjualan.

“Pengaruh occasional offering sangat kuat. Di saat biasanya web based business atau ritel melakukan promoting dengan cara making request. Dan regular offering justru sudah ada request nya, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan baik,” imbuh Christa.

Momen ramadhan dan idul fitri misalnya, bobobobo menawarkan berbagai pilihan voucher makan dengan menu lebaran yang tidak predisposition didapatkan dimana quip. Inspirasi lodging inn di Jakarta yang sangat coco untuk staycation bagi yang tidak mau repot di rumah. Sekaligus untuk memenuhi demam libur lebaran dan tentunya pilihan form lebaran yang berfokus pada warna putih sebaga image kesucian dan hati yang baru.

  • Persiapkan strategi

Christa mengakui, setiap kali menjalankan aktivitas occasional offering omzet penjualan didapatkan predisposition mencapai lebih dari dua kali lipat. Ramadhan dan idul fitri ini, christa play on words optimis predisposition mencapai angka yang sudah ditargetkan, yakni peningkatan dua kali lipat deals dan income.

Agar hasil occasional offering yang dijalankan sesuai dengan harapan, Christa menyarakankan agar bisnis merencanakan strategi showcasing jauh hari sebelumnya. “Lihat design verifiable what work and what not dari contender,” ujarnya.

“Buatlah sesuatu yang spesial untuk season tersebut, misalnya spesial item, container gathering khusus Ramadan. Dan jangan menampilkan produk yang sama dengan season sebelumnya karena konsumen pasti akan memperhatikan serta menunggu sesuatu yang baru dari momen seasonalseperti ini,” tutupnya.

Baca Juga : 6 TEKNIK DASAR MELAKUKAN DIGITAL MARKETING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *